Itu namaku. Nama pemberian dari seorang ayah angkatku. Orangtua kandung, aku tidak tahu lebih tepatnya aku tidak mau mengingat wajah mereka berdua, mereka terlalu jahat untuk disebut orangtua. Buktinya, saat umurku 6 tahun aku dijual ke seorang preman dan aku dijadikan seorang pencuri jalanan dengan nomor V (kalau di Inggris setiap pencuri jalanan atau pembunuh diberi nomor agar lebih mudah dalam penyebutan tersangka). Aku bertemu ayah angkatku, saat aku ketangkap basah lagi mengambil dompet seorang waria, dia seorang satpam dekat situ. Mulai saat itu atau entah kapan aku lupa, aku menjadi anak angkatnya. Dia sangat baik padaku, dia menyekolahkanku, dia menafkahiku, dan dia mengajariku berbagai macam, sejak saat itu juga aku tidak pernah muncul di depan wajah preman itu atau berkeliaran di jalan untuk beraksi.
Cerita itu sudah 10 tahun yang lalu, sekarang aku sudah menjadi seorang polisi bagian penyelidikan (walau bisa terbilang umurku umur anak SMU, tapi otakku melebihi anak SMU). Ayah angkatku meninggal karena serangan jantung, itu terjadi saat aku dinyatakan lolos masuk sebagai polisi, dia syok karena senang, dia meninggal dengan senyuman. Walaupun sedih tapi aku tetap bersyukur juga karena aku masih bisa mengisi hari-harinya dengan keusilan seorang anak mantan pencuri jalanan,aku.
Hari ini langit begitu gelap, sepertinya hujan akan turun dengan derasnya, tapi aku malahan bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Setelah sarapan roti dengan selai kesukaanku, coklat. Aku pergi ke kantor dengan mobil BMW-ku. Dari apartemenku ke kantor hanya butuh waktu 45 menit.
Sesampainya di kantor aku langsung memarkirkan mobilku dan bergegas masuk ke kantor.
“Maaf tuan Anthony,anda dipanggil tuan Charly di kantornya!”
“Ah…aku akan segera ke sana” setelah meletakkan flashdisk di atas meja, aku langsung mengahadap ke tuan Charly.
“Ada apa tuan Charly memanggilku?” tanyaku dengan rasa penasaran, masalahnya tidak seperti biasanya beliau memanggilku langsung untuk memberikan tugas.
“Seperti yang kamu tahu akhir-akhir ini sering terjadi pembunuhan dan di samping mayat pasti tertulis angka 13 romawi (XIII),aku khawatir kalau dibiarkan lebih lama, banyak korban berjatuhan maka dari itu aku mohon kepadamu untuk menangkap dia. Bagaimana?”
“Baiklah aku terima karena anda yang memohon. Sebelumnya selain ciri-cirinya yang selalu berhubungan dengan XIII, apa ada yang lain lagi?” tanyaku dengan tatapan serius.
“Dia bertubuh lebih tinggi kira-kira 2 cm darimu, selalu berpakaian serba hitam, memakai topeng dan topi hitam. Hmm…yang paling penting dia selalu membawa pisau dibalik jubah hitamnya. Ini foto yang bisa kami dapatkan” tuan Charly pun menaruh foto itu diatas mejanya, aku segera memperhatikan foto itu. Rasanya aku pernah lihat postur tubuh dan wajah seperti ini, tapi dimana ya?. “Saya mohon undur diri dulu, permisi” aku segera pergi dengan membawa foto itu.
“Maaf tuan,kartu parkirnya” ucap salah seorang penjaga parkir kepadaku.
“Ah i-iya, maaf”aku segera memberikan kartu parkir dan selembar uang kepadanya, lalu ia mempersilakanku keluar dari tempat parkir. Tanpa basa-basi lagi aku langsung tancap gas pergi.
Sampai ditempat warnet (warung internet) aku memarkirkan mobilku lagi dan langsung masuk ke dalam.
“Permisi,ada tempat yang kosong?”tanyaku sama penjaga warnet itu.
“Sepertinya tidak ada, maaf. Eh…tunggu pak, tempat nomor 13 sudah selesai. Anda mau?”
Tanpa pikir panjang, aku segera mencari bangku nomor 13.
BRUK! Gawat…aku menabrak seseorang. “Ma-maaf, aku tidak bermaksud untuk menabrakmu” orang yang kutabrak itu langsung pergi dari hadapanku dan menjatuhkan kartu namanya. “Maurice?!”.
Hampir setengah jam aku di warnet tapi aku tidak menemukan petunjuk apa-apa. Aku pun memutuskan untuk pulang, saat aku mau keluar dari ruang 13 aku tidak sengaja menendang sebuah flashdisk berwarna hitam pekat dan berukiran nama Maurice, aku memungutnya dan langsung keluar dari tempat warnet itu dan segera menuju ke mobilku. Aku mencoba menghubungi Maurice dengan nomor yang tertera di kartu namanya, tapi selalu saja “maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif cobalah beberapa saat lagi...”.
Rasa penasaranku kambuh,kuambil notebook di kursi belakang, kuhidupkan lalu kumasukkan flashdisk itu,kulihat isi flashdisknya hanya data-data seorang anak pelajar, tapi dari semua data itu aku tertarik dengan sebuah folder yang bertuliskan Mission,kubuka ternyata isinya foto-foto mayat yang telah dibunuh XIII, dan baru kusadari ternyata backgroundnya bertuliskan MJ, THE NEXT PEOPLE. Apa maksudnya ini?.
Sampai disebuah gang kecil,kuberhenti kuambil sebuah pistol, kuparkirkan mobilku di tempat yang agak jauh dari gang itu, lalu kuturun dari mobil, saat aku mau memasuki gang tiba-tiba ada seorang anak lelaki yang aku kenal,Maurice.
“Ka...kamu kenapa?” tanyaku kepadanya.
“To-tolong tadi aku melihat mayat di dalam gang sana” jawabnya gugup.
“Kamu tidak apa-apa kan? Kamu Maurice?”
“I...iya”
“Tunjukkan dimana kamu menemukannya!” “baiklah” aku pun segera mengikuti Maurice dan sampailah di sebuah tempat yang benar-benar sepi dan gelap. Aku menemukan mayat seorang lelaki...Tunggu dia itu kan Menny Jack, mantan mentri keuangan.
“Halo, ********* (itu kode rahasia), masuk ke North Street. Bawa hitam dan putih. Aku akan bawa kucingnya ke tempat yang aman” kuakhiri pembicaraan yang sangat simpel kepada ‘P’.
“Ayo, kamu akan kuantar ke rumahmu!” ajakku. Maurice pun mengikutiku sampai ke tempat mobilku di parkir.
“Kalau boleh tahu kamu sekolah dimana?” tanyaku lagi,entah sudah berapa kali aku bertanya.
“S-St. Louise M”
“Rasanya aku baru pernah dengar. Ah sudah lupakan, terus kenapa kamu bisa ada gang seperti itu padahal ini masih jam sekolah, apa kamu bolos?” lagi-lagi aku bertanya kepadanya.
“A...aku aku bingung kenapa aku bisa ada disini”. Aku lupa kalau dia masih shock dengan kejadian itu. Aku pun memberhentikan mobilku di salah satu kios makanan dan membeli sesuatu, lalu aku kembali lagi ke dalam mobil.
“Ini minuman dan makanan supaya kamu lebih tenang”
“Te-terima kasih” Maurice langsung meminum minumannya sampai habis dalam sekali teguk dan sepertinya dia mulai agak tenang.
“Nama kamu siapa? Sekolah dimana? Kenapa kamu tidak memakai seragam sekolah?”, kupikir lebih bagus dia masih shock deh.
“Aku Anthony Jr. Cross, aku seorang polisi bagian penyelidikan, aku sudah menamatkan SMU ku” jawabku tanpa basa-basi.
“Ooh...enak ya jadi polisi. Aku iri padamu, setidaknya kamu punya teman untuk berbagi”
“Tidak, malah sebaiknya. Aku dibenci sama semuanya karena aku masih muda dan katanya selalu saja aku yang menonjol diantara mereka”
“Kamu mau jadi temanku?” tanyanya kepadaku, sumpah baru kali ini ada orang yang benar- benar mengatakan hal itu kepadaku. Sejak saat itulah kami berdua menjadi sahabat, kami banyak menghabiskan waktu, dan kabar bagusnya lagi XIII tidak pernah terdengar lagi kabarnya.
Hari ini adalah hari pertama Maurice melaksanakan ulangan kenaikan kelas, jujur aku agak khawatir masalahnya setiap hari dia hanya bermain video game terus di rumahku. Jadi,aku putuskan untuk menjemputnya sepulang sekolah untuk menanyakan soal ulangan tadi.
Arlojiku sudah menunjukkan pukul 10.45, ini waktunya untuk menjemput Maurice.
Sampai di sekolahnya, aku keluar dari mobil dan menunggu di depan gerbang.
“Maaf, apa kamu kenal Maurice?” tanyaku pada seorang perempuan yang bisa dibilang cukup cantik.
“Se-sepertinya dia ada di UKS” jawabnya dengan pelan, aku segera menarik perempuan itu dengan maksud agar dia menunjukkan tempat UKS. Sesampainya di depan ruangan yang bertuliskan UKS aku mengucapkan terima kasih kepada perempuan itu. Aku langsung membuka pintu UKS dan betapa kagetnya aku melihat Maurice sedang bercumbu mesra dengan seorang wanita cantik. Aku langsung menutup pintu UKS itu, wajahku memerah karena baru kali ini aku melihat langsung adegan itu. Seumur-umur aku belum pernah melakukannya karena aku sudah bersumpah aku akan melakukannya dengan wanita yang kupanggil istri.
Tiba-tiba pintu UKS terbuka. “Anny?!” itu panggilanku dari Maurice, walaupun kedengarannya seperti nama perempuan, tapi ya sudahlah daripada dia tidak memanggilku.
“O-oh ya bagaimana ulangannya?” tanyaku gugup.
“Mudah banget, terus kenapa gugup seperti itu?” jawabnya seraya memperhatikan wajahku yang benar-benar gugup.
“Maurice siapa itu?” tanya seorang wanita yang ada di samping Maurice.
“Ini sahabatku, dia seorang ...” aku langsung memberi isyarat ke Maurice agar tidak memberitahukan identitasku. “Dia seorang pelajar SMU sepertiku, namanya Anny”.
“Aku Merry Weatherlesst, aku dokter UKS dan juga pacar Maurice” ternyata dia adalah pacar Maurice tapi lebih tua Merry, mungkin umurnya 25-an.
“Mau pulang sekarang?” tanya Maurice, aku hanya mengangguk.
“Merry, aku pulang dulu ya” setelah berpamitan sama Merry, kami menuju ke tempat dimana aku memarkirkan mobil. Lalu kami pun pulang ke apartemenku.
Bersambung ...
skip to main |
skip to sidebar
Aaahh...malas mendeskripsikan
Anthony Jr. Cross part 1
Selasa, 08 Juni 2010
Diposting oleh
s_s ball
di
20.10
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label:
Cerpen
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
| © 2010 XIII |Blogger Template by BloggerTheme
0 komentar:
Posting Komentar